skip to main | skip to sidebar

Pages

Tampilkan postingan dengan label Sekilas Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 November 2010

Kena Sikut Mulutnya, Bibir Obama Dapat 12 Jahitan

0 komentar
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendapat 12 jahitan di bibir atas setelah tersikut ketika bermain basket di Fort McNair, Washington, Jumat (26/11) waktu setempat. Saat itu, Obama bermain basket bersama teman dan keluargannya yang berkumpul untuk merayakan Thanksgiving.


“Setelah secara tak sengaja bibirnya tersikut seorang pemain lawan dalam permainan basket dengan teman-teman dan keluarga, Presiden menerima 12 jahitan hari ini yang dilakukan oleh Unit Medis Gedung Putih,” kata juru bicara Robert Gibbs di dalam satu pernyataan.
Menurut Gibbs, Obama sempat dibius ketika bibirnya dijahit. Jahitan itu akan menimbulkan bekas luka di bibirnya.
Gedung Putih mengidentifikasi pria yang menyikut Obama itu sebagai Rey Decerega, Direktur Program di Congressional Hispanic Caucus Institute. Decerega mengatakan, permainan itu sangat menyenangkan dan tak ada penyesalan. “Saya tahu pada hari ini bahwa Presiden seorang lawan yang tangguh dan olahragawan andal. Saya menikmati permainan bola basket bersama dia pagi ini. Saya yakin ia akan kembali ke lapangan dalam waktu dekat,” kata Decerega dalam satu pernyataan.


Gedung Putih menyatakan, Obama main bertahan dalam babak kelima dari lima pertandingan di ruang olahraga pangkalan militer Fort McNair di Washington ketika Decerega melakukan tembakan dan secara tak sengaja menyikut mulut Presiden AS tersebut. Obama, pemain dan penggemar bola basket, sering main basket bersama teman-temannya, termasuk asistennya, Reggie Love, yang ikut bermain pada Jumat itu.

Sabtu, 30 Oktober 2010

"Perempuan Berbandrol" di israel

0 komentar

Istilah Human Trafficking atau penyelundupan manusia mungkin sudah sangat akrab di telinga kita mengingat fenomena tersebut telah merajalela, di berbagai negara khususnya negara-negara miskin. Namun bagaimana dengan sex trafficking?

Dalam hal ini, Israel khususnya kota Tel Aviv menjadi "sorga" bagi aktivitas pusat-pusat prostitusi. Sebagian besar perempuan-perempuan di tempat itu diselundupkan dari negara-negara Eropa timur dan negara yang baru saja merdeka.

Di Tel Aviv, selain tokoh elektronik, kosmetik, busana, dan toko buku, terdapat pula toko tempat menjual perempuan. Biasanya di etalase toko pakaian, pengunjung dapat menyaksikan pakaian terbaru yang dikenakan pada manekin. Namun kini jangan heran jika perempuan-perempuan hidup dipampang di sebuah etalase toko dengan memampang slogan "Women to Go". Perempuan-perempuan tersebut bahkan diberi bandrol harga beserta keterangan usia, tinggi dan berat badan, serta negara asal.

Berita itu langsung mendapat sorotan dari media-media massa asing. Tel Aviv pun segera menepisnya. Akan tetapi ketika berita itu dipublikasikan oleh media massa Israel sendiri, para pejabat Tel Aviv langsung menuding sumber-sumber berita itu pembohong.

Kementerian Luar Negeri Israel pun merilis statemen menepis pemberitaan tersebut. Media-media Barat pun dikerahkan untuk menyimpangkan opini umum tentang hal ini. CNN misalnya dalam sebuah laporannya tanggal 25 Oktober 2010, menurunkan berita bahwa toko yang memampang perempuan-perempuan berbandrol di sebuah toko Israel itu adalah upaya untuk meningkatkan "kewaspadaan terhadap penyelundupan perempuan dan sex trafficking".

Patutnya, "kewaspadaan" itu harus ditingkatkan di negara asal perempuan-perempuan tersebut bukan di negara tujuan.

Sisi Lebih Gelap Sex Trafficking Israel

Ini bukan fenomena baru. Sex trafficking di Israel termasuk di antara kejahatan terorganisasi di Israel yang telah mengakar di negeri agresor ini. Juli 2005 misalnya, kabinet Israel saat itu menyatakan mendukung penetapan draf hukum yang lebih tegas soal sex trafficking. Namun hingga kini tidak ada tindakan hukum tegas apapun.


Penolakan rezim Zionis soal fakta "perempuan berbandrol" itu mengemuka di saat berbagai laporan membenarkan adanya toko "perempuan-perempuan berbandrol" itu di Israel khususnya di Tel Aviv.

Salah satu bukti kuatnya adalah laporan oleh Nomi Levenkron, Direktur Hukum Lembaga Migrant Worker Hotline. Ia bekerja tanpa gaji untuk memerangi penyelundupan perempuan ke Israel untuk dipekerjakan sebagai pelacur. Berikut ringkasan penuturannya.

Saat ini, wajah tempat-tempat prostitusi di Israel khususnya Tel Aviv telah berubah. Pusat-pusat prostitusi di Israel umumnya di jalan-jalan kotor dengan gedung-gedung kuno dan rusak. Lampu-lampu neon berwana merah yang tersebar di sepanjang jalan seakan membimbing para pengunjung menemukan tempat itu dengan mudah.

Dari jendela-jendela klub-klub seks itu dapat disaksikan perempuan-perempuan dengan make-up "dahsyat" tengah berbincang atau merokok. Sebagian besar mereka diselundupkan dari Romania atau negara-negara yang baru merdeka. Mereka dijebak oleh para penyelundup. Contohnya adalan Ana (bukan nama sebenarnya) 23 tahun asal Romania, yang memberikan kesaksian di pengadilan Israel pada tahun 2002.

Di kota kelahirannya, Anna berkenalan dengan seorang gadis asal Israel bernama Shula. Ia dijanjikan pekerjaan untuk menjaga orang tua Shula di Israel. Anna pun setuju. Berikutnya, Anna diberi tiket untuk terbang dari Bucharest. Namun Anna tidak tahu di mana ia akan mendarat. Ketika pesawat mendarat di Kairo, Anna mengira dia di Tel Aviv. Dia dikumpulkan oleh penghubung bersama beberapa perempuan lain, dinaikkan ke sebuah mobil terbuka melintasi padang. Perjalanan mereka dikawal oleh para baduwi bersenjata. Jam dua pagi, mereka dipaksa berjalan beberapa jam dan kemudian merayap melintasi pagar kawat.

Terkadang, para baduwi itu sendiri yang mengatakan kepada perempuan-perempuan tersebut bahwa mereka akan dijadikan pelacur, sebagai alasan untuk menodai mereka.

Menurut pengakuan Anna, setelah tiba di Isarel, Anna dipaksa telanjang dan dimasukkan ke dalam kamar penuh dengan pria. Mereka menginspeksi seluruh bagian tubuhnya untuk menetukan harganya. Akhirnya Anna dijual dengan harga 6.000 USD.

Mario, salah seorang penyelundup perempuan kawakan di Israel mengatakan, "Perempuan-perempuan itu harus telanjang sehingga para penyelundup dapat menentukan harga mereka."

Nasib perempuan asal Moldova yang berpindah tangan ke enam penyelundup itu akhirnya berakhir menjadi pengacara hukum setelah menjalin kontak dengan Migrant Worker Hotline. Ia berupaya menuntut dan mengadu kepada pihak kepolisian, namun pengaduannya tidak diperhatikan. Bahkan pada masa itu, perempuan yang menjadi korban penyelundupan tidak dianggap sebagai korban. Mereka justru dinilai sebagai pelaku kejahatan.

Selain tidak diberi kesempatan untuk memberikan kesaksian, "perempuan-perempuan berbandrol" itu hanya ditangkap dan diusir dari Israel.

Pada Mei 2000, Amnesti Internasional merilis laporan yang mengecam Israel karena tidak memperhatikan masalah "perbudakan seks". Pasca laporan tersebut, muncul gejolak di Israel yang akhirnya memaksa parlemen Zionis menetapkan penyelundupan perempuan sebagai tindak kriminal dengan ancaman hukuman penjara maksimal 16 tahun. Namun masalah pelaksanaannya masih menjadi polemik besar.

Disebutkan bahwa jumlah pengunjung rumah-rumah prostitusi di Israel mencapai satu juta perbulan, dan segala tindakan akan mempersulit kondisi. Berdasarkan laporan berbagai lembaga-lembaga HAM internasional, sedikitnya 3.000 perempuan setiap tahunnya diselundupkan ke Israel untuk dijadikan budak seks.  wow!!

Ipar Tony Blair Masuk Islam

0 komentar

Adik ipar perempuan mantan PM Inggris Tony Blair, Lauren Booth, memutuskan masuk Islam.  Penyiar dan jurnalis berusia 43 tahun, yang bekerja di Press TV, televisi siaran Iran berbahasa Inggris.


Wanita yang dikenal luas sebagai aktivis Palestina dan Timur Tengah  itu menyatakan, sekarang sudah mengenakan jilbab ketika keluar rumah, shalat lima waktu  dan pergi ke masjid bila ada kesempatan.


Sumber media Inggris, Th Mail, Minggu (24/10/2010) menyebut, Lauren Booth memutuskan menjadi Muslimah enam minggu lalu setelah mengunjungi Masjid Fatima al-Masumeh di Kota Qom, Iran.


"Saat itu Selasa petang dan saya duduk dan merasakan suntikan semangat spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita," katanya.


Setelah dia kembali ke Inggris, dia memutuskan pindah keyakinan. "Sekarang saya tidak makan daging babi dan saya membaca al-Qur’an setiap hari. Sekarang saya sampai di halaman 60," ujarnya.


Menurutnya, setelah memutuskan pindah agama itu, dirinya tidak meminum alkohol selama 45 hari belakangan ini, periode terpanjang selama 25 tahun. “Padahal saya adalah seorang yang mendambakan segelas atau dua gelas anggur di akhir hari," ucapnya.


Lauren Booth adalah kakak tiri dari Cherie Blair dan putri keenam aktor Tony Booth. Dia menikah dengan aktor Craig Darby, pasangan itu memiliki dua anak, Alexandra dan Holly.


Sebelum ini Lauren telah “bersimpati” pada Islam dan menghabiskan banyak waktu untuk bekerja di Palestina. Dia juga penentang keras perang Irak, perang yang juga didukung Tony Blair, yang mengambil posisi mendukung George W Bush.


"Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan yang diberikan," katanya soal agama Islam.


Pada Agustus 2008 dia pergi ke Gaza dengan kapal dari Siprus bersama 46 aktivis lainnya, untuk menyoroti blokade Israel atas Gaza. Dia kemudian ditolak masuk Israel dan Mesir.


Pada 2006, dia merupakan kontestan reality show”'I'am A Celebrity... Get Me Out Of Here!” di ITV dan mendonasikan fee-nya ke lembaga amal Palestina. Lauren berharap, perpindahan kepercayaan yang dianutnya bisa membantu Tony Blair, yang memperistri kakak tirinya, Cherrie, mengubah praduganya tentang Islam.


Pada September 2010 lalu, Lauren dikabarkan menulis surat kepada Tony Blair, yang menjelaskan situasi di Iran, konflik Israel-Palestina, dan Islam. “Iran adalah tempat dimana tradisi Islam berpadu dengan aksi politik. Tapi saya tidak takut di sini. Penduduknya ramah, penuh humor,” tulisnya dalam surat itu.


Dia melanjutkan, “Hari ini saya berbicara dengan banyak wanita saat aksi protes di Teheran. Seorang ibu menangis, bukan karena kebencian  ‘Barat’  tapi dari empati untuk para ibu kepada Rafah, Khan Younis, Nablus, dan Jenin. Sebagai utusan perdamaian Timur Tengah, apakah Anda mengakui nama tempat itu Tony? Israel telah membantai anak-anak di semua kota dalam beberapa tahun terakhir. Kau tidak tahu?” tanyanya.


Ketika ditanya apakah nantinya dia juga akan mengenakan burka, dia menjawab, “Siapa yang tahu di mana perjalanan rohani saya akan membawa saya?
(suara-islam.com)